TRAUMA HEALING THE HANARA WAY

Seorang ayah yang menderita flu bisa sangat terganggu mendengar jerit tawa anaknya. Namun saat tubuhnya sehat, jerit tawa yang sama mendatangkan senyum penuh sayang bagi anaknya. Itulah sebabnya HanaRa tidak menggunakan teknik ‘wawancara’ dalam penanganan trauma.

Penderita trauma tidak diminta untuk melakukan kilas balik tentang peristiwa yang dialaminya. Tidak perlu berbagi ‘rahasia’ atau membuka luka lama. Kehidupan pribadinya tetap pribadi karena hanya klien yang tahu.

Terapi Integrasi Meridian di HanaRa menangani trauma secara biologis. Dengan mengaktifasi titik-titik meredian tubuh yang berhubungan dengan sistem kerja saraf dan sistem refleks tubuh. Terapi ini membantu mengurai dan menetralkan kembali gangguan biologis yang disebabkan trauma. Ketika meredian tubuh terbuka, energi kehidupan (chi) lancar mengalir. Organ-organ tubuh kembali bertenaga. Sehingga seperti jerit tawa di atas, kenangan buruk menjadi suatu yang netral, tidak lagi menggangu.

TRAUMA HEALING THE HANARA WAY

Kelebihan lain dari pendekatan biologis HanaRa adalah proses pemulihan pasca trauma dan stres dapat berlangsung lebih singkat. Prinsip aman, nyaman, rahasia dan singkat membuat terapi Integrasi Meridian di HanaRa menjadi salah satu alternatif terapi efektif untuk membantu pemulihan diri pasca stres dan trauma.

TRAUMA HEALING

Kata trauma berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘luka’. Seperti pada trauma fisik yang berciri kerusakan fatal tubuh, trauma psikis juga menimbulkan ‘luka dalam’ atau ‘luka hati’.

TRAUMA HEALING
Dampak biologis trauma psikis

Trauma psikis sering diartikan sebagai reaksi emosional seseorang terhadap kejadian yang mengguncang jiwa seperti: kecelakaan, malapetaka alam atau kekerasan seksual. Padahal trauma psikis juga berdampak biologis.

 

Penderita trauma biasanya mengalami stres yang berlebih dan kontinu. Sedang saat mengalami stres, tubuh mengeluarkan hormon adrenalin. Di saat darurat, hormon itu sangat berguna bagi kelangsungan hidup kita. Adrenalin mempercepat aliran darah ke jantung dan paru, dan mengasup tenaga pada otot-otot tubuh. Itulah sebabnya saat menghadapi bahaya, badan sering gemetar karena tubuh siap untuk melawan, melarikan diri, atau untuk diam terpaku agar bahaya itu lewat (fight, flight or freeze response).


Di zaman nenek moyang kita respons itu sangat berguna saat menghadapi ancaman dari serangan binatang liar. Namun di lingkungan aman yang jauh dari bahaya, reaksi itu mubazir. Bahkan bila berlangsung terus menerus, energi yang tak terpakai itu malah merusak tubuh. Karena tingkat adrenalin yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan orang susah tidur, mudah marah, bahkan gagal jantung. Reaksi traumatik lainnya adalah keletihan emosional. Penderita menjadi apatis, pesimistik, kehilangan gairah hidup, dan mengalami depresi.

Dampak biologis lain dari trauma a.l:

  • Arteriosklerosis

  • Rentan akan infeksi

  • Tekanan darah tinggi

  • Diabetes

  • Sakit kepala

  • Alergi dan infeksi kulit

  • Letih, lelah, kurang tenaga

  • Sering mual

  • Berat badan turun atau naik

  • Masalah seks

  • Rentan akan kanker

  • Sembelit dan lain-lain.

Silent Trauma

Kelebihan lain dari pendekatan biologis HanaRa adalah proses pemulihan pasca trauma dan stres dapat berlangsung lebih singkat. Prinsip aman, nyaman, rahasia dan singkat membuat terapi Integrasi Meridian di HanaRa menjadi salah satu alternatif terapi efektif untuk membantu pemulihan diri pasca stres dan trauma.

Yang sering tidak disadari adalah trauma emosional tidak harus disebabkan oleh tragedi atau peristiwa dahsyat. Gaya hidup dewasa ini sering kali menimbulkan stres kronik yang berkepanjangan.

 

Stres terus menerus ternyata berdampak seperti peristiwa traumatik. Namun karena timbulnya bertahap, trauma ini sering tidak disadari oleh penderitanya. Trauma yang tersembunyi, seperti gunung api yang tidur namun bisa meletus setiap saat. Perhatikan kasus kasus berikut.

KATA KUNCINYA ADALAH BUKAN MELUPAKAN TETAPI BERDAMAI DENGAN TRAUMA KITA. HIDUP TANPA TERGANGGU OLEH KENANGAN BURUK.
Berdamai Dengan Trauma

Kenangan yang baik menyenangkan kita. Tapi kenangan yang buruk akan menjadi ‘hantu’ bagi kita. Dan karena kenangan itu sudah menjadi bagian biologis yang tidak dapat dilupakan apa yang bisa dilakukan? Apakah seseorang harus terus hidup dengan pemutaran ulang kekerasan seksual yang pernah dialaminya? Siapa yang mau terus berduka karena patah hati, hidup dalam depresi, dalam fobia, frustasi atau kekecewaan? Kata kuncinya adalah bukan melupakan tetapi berdamai dengan trauma kita. Hidup tanpa terganggu oleh kenangan buruk. Dengan berdamai, kita tidak lagi terlibat sebagai pemeran dalam pengalaman traumatik kita tapi sebagai pemerhati. Trauma tidak lagi jadi momok, tetapi jadi pelajaran yang membuat kita lebih bijaksana dalam hidup.

Download Article

Dulu sering sakit kepala sampai minum obat double dosis... tidur susah Alhamdulilah setelah latihan sudah bebas obat... tidur pun lebih nyenyak.

Read more....

Dr. Wati

Saya bersyukur sejak hari Selasa obat penenang dosis pagi dan siang saya tidak minum dan saya tidak berasa gelisah dan tidak berasa sedih... Biasanya tidak pernah absen karena tidak bisa menahan sedih down dan gelisah... Terima kasih Tuhan yang sungguh baik menuntun saya dengan mempertemukan dengan HanaRa.

Ibu. Christine

...bongkar tembok yang bernama 'I am not good enough' itu...

Read more..

Ibu. Rini

Saya bersyukur cara jalan saya lebih cepat, cara pandang lebih jernih, tubuh saya terasa ringan, saya lebih fresh daripada sebelumnya, dan mulai bisa mengatur nafas dengan baik.

Read more..

Ibu. Utami

Alhamdulilah baru aku sadari setelah di HanaRa, bahwa bahagia itu tentang hati kita yang ikhlas, yang menikmati, yang tulus, yang bahagia melihat yang lain bahagia, tak perlu ku pergi jauh berkelana...

Read more Dr. Pandu Story

Dr. Pandu

28 Days Happy Story Vibrant Life

Please reload

Contact HanaRa
HanaRa Well-Being  Instagram