Tips Untuk Dibuka dan Dilatih Saat Senggang

HATI HATI !

Jangan baca sebelum melakukan semua tips latihan hari ini dilatih lengkap.

Bacalah sampai selesai... bila sudah memutuskan siap.

Bayangkan seluruh keluarga besar, sahabat, guru-guru, siapapun sekitarmu hingga teman masa kecilmu. Tersenyumlah dulu pada mereka sebelum mulai baca.

IMG_20170528_113240_001.jpg

Seorang pria mendapat julukan lelaki lebay oleh teman-teman kantornya karena dalam sehari bisa beberapa kali menelpon istrinya dan terdengar sering memuji istrinya.

Oleh teman-teman dekatnya dia diledekin:

"Pasti nih yang lebay lebay muji istrinya begini, abis selingkuh kamu kan ya? Biar balance, nutupin dosa." 😂😂😂

Akhirnya karena kelewat sering diledekin hal yang sama, di sela waktu makan siang dia bercerita pengalamannya ke beberapa teman dekatnya.

"Kalian Tahu kan? Ibuku meninggal 2 tahun yang lalu setelah berjuang melawan kanker pita suara 5 tahun lamanya. Setahun terakhir hidupnya, Ibuku cuma bisa berkomunikasi dengan jarinya, atau tulisan. Karena sudah tidak bisa berbicara secara lisan.

Sampai suatu hari dengan bahasa isyaratnya, saat sedang dirawat inap di Rumah sakit, jam tiga pagi Ibu memintaku yang sedang menjaga ibu, untuk menelpon Ayah, meminta Ayah datang lebih pagi menjenguknya.

Aku sama sekali tidak menyangka kalau hari itu adalah saat terakhir Ibu berinteraksi dengan kami.
Aku menyuruhnya sabar menunggu Ayah datang, seperti biasa bersama supir.

Pukul enam pagi kondisi Ibu tiba-tiba memburuk, semua tanda vitalnya drop, sementara Ayah baru jalan menuju RS.

Saat Ibu di ICU, dan aku kembali ke kamar Ibu untuk mengambil sesuatu, terjatuh di samping bed Ibu sebuah kertas. Akupun membaca tulisan tangan yang ditulis Ibu seadanya buat Ayah:
___

Suami ku sayang...
Maafkan kondisiku yang semakin memburuk setiap tahunnya...
Maafkan aku yang sudah sejak lama tidak lagi bisa membahagiakan kamu... melayanimu... dan memanjakan kamu seperti dulu...

 

Sayang...
Sepertinya saat ku tidak lama lagi...
Aku tenang karena aku telah menitipkanmu pada anak-anak kita yang telah sukses meraih segala ingin nya.
Anak-anak yang aku yakin sangat menyayangi kita...

Sayang...
Sudah sejak lama sekali... mungkin sudah berpuluh tahun lama nya.
Sudah sering juga aku ucapkan dalam candaan ku, aku ingiiiin sekali kamu puji...
Puji lah aku seperti dulu berpuluh tahun saat kita awal berkenalan.

Dan kau selalu mengabaikannya dengan alasan menyayangi itu tak perlu pujian.

Tapi Sayang... Saatku sudah tidak lama lagi.

Kau sudah mengabulkan seluruh permintaanku kecuali satu: Pujilah aku Sayang...
Meskipun sekarang kulitku tinggal berbalut tulang, rambutku habis, kulitku hangus, bauku amis, dan aku tidak menarik seperti dulu saat kau jatuh cinta padaku.

Berbohonglah padaku kali ini Sayang...
Puji aku... InsyaAllah itu akan jadi kenangan terakhirku sambil menunggumu di surga nanti.

Aku menyayangimu selamanya...
Terimakasih

Buat segalanya...
__

Berlinang air mata ku membaca tulisan Ibu. Sambil berlari menuju ICU ku cari Ayah berharap dia sudah di sana. Di saat bersamaan kami masuk ke ICU, kuberikan surat dari Ibu pada Ayah.

Kubiarkan mereka berdua dalam bahasa yang penuh air mata. Tanda vital Ibu perlahan-lahan menurun dan lembut menghilang, dan Ayah masih sesenggukan di sana, berusaha mengajak Ibu bicara...

Tapi Ibu sudah tidak ada, dan semoga Ibu sempat mendengar hal terakhir yang dia ingin dengar dari Ayah...

Resapi:

tips-1b-ibu2.jpg

Betapa pentingnya berpikir, mengucapkan dan melakukan hal-hal baik, benar dan indah pada pasangan, orang tua, keluarga, guru, pimpinan, staf, rekan kerja, atau siapapun di sekitar kita. Jadikan kebahagiaan merekalah sumber kebahagiaan kita.

 

Pujilah...
Itu memang tidak terlalu penting bagimu.
Tapi pancaran rasa senangnya karena kauhargai akan kembali padamu... membuatmu bahagia... karena kebahagiaannya.

 

Pujiah...
Jadikan kebahagiaan merekalah sumber kebahagiaan kita.
Karena kau tak tahu kata-kata terakhirmu kapan yang akan dia dengar sebelum salah satu dari kalian dipanggil terlebih dahulu oleh Yang Maha Kuasa.